Alat pertambangan crypto bitcoin (BTC) tersebut sebanyak 1.069 alat penambangan seperti Bitcoin ,Ethereum, dan lain-lain dihancurkan oleh mesin alat berat tersebut. Mesin PC yang digunakan untuk kebutuhan pertambangan crypto itu diambil dalam enam razia yang digelar antara pada tahun 2021 bulan Februari sampai dengan bulan April.
Para penambang disebut sangatlah bersalah karena memakan watt listrik yang sangat besar dan mencuri listrik secara ilegal dari perusahaan listrik Sarawak Energy Berhad. Operator penambangan Bitcoin tersebut dituding mencuri energi listrik senilai sekitar USD 2 juta, kalah di IDRkan setara dengan 29.000.000.000 (Dua Puluh Sembilan Miliar)
Aparat setempat juga menangkap pelaku penambangan sebanyak enam orang tersangka dan sebagian orang itu berusia antara 24 sampai 64 tahun. Polisi menyebut penambangan itu ilegal mata uang kripto di wilayah Serawak belakangan kian marak sehingga mereka bertindak keras. Adapun penghancuran alat pertambangan itu dilakukan atas dari perintah pengadilan.
Mereka yang ingin menambang crypto menggunakan PC yang dimodifikasi dan biasanya mengkonsumsi energi listrik yang begitu besar dan menghabiskan banyak watt listrik. Ini juga yang membuat pertambangan crypto banyak mendapat kritik karena dianggap membahayakan bagi lingkungan disekitarnya.
Sebelumnya di negara Ukraina, Security Service of Ukraine menggerebek sebuah tempat pertambang crypto bitcoin (BTC) di kota kawasanVinnytsia dan ratusan GPU alat pertambangan disita, hingga puluhan processor, dan 3.800 unit (PS) 4.
Berbagai varian PS4 yang dipakai untuk menambang crypto adalah PS4 Slim yang dirilis pada 2016, yang speednya kurang, lebih kencang dibanding PS4 versi awal dan jelas lebih lambat dibanding PS4 Pro.
PS4 ini nampaknya dipilih untuk penambangan dikarenakan penambangan crypto juga bergantung pada memori bandwidth, tak sekadar pada kemampuan komputasi. Di sinilah PS4 dipakai untuk menambang crypto, karena konsol ini punya bandwidth yang cukup besar hingga mencapai 176GB/s.


Posting Komentar